Selasa, 30 Juni 2009

Mimika Jajaki Kerjasama dengan USAID

Untuk membina masyarakat di 85 kampung

Sumber : RadarTimika
Tanggal : 1 Juli 2009

TIMIKA – Hingga saat ini, program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Mimika belum berjalan dengan maksimal. Hal ini disebabkan karena masih kurang­nya kesadaran para anggota ma­syarakat, untuk memanfaatkan bantuan yang diberikan oleh pemerintah.
Demikian disampaikan oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pemerintahan Setda Mimika, Drs. Taslim Tuhuteru di Kantor Bappeda Mimika Senin (29/6) lalu.
Menurut Taslim, program pembi­naan dari pemerintah kepada ma­syarakat dalam rangka mening­katkan tingkat perekonomian ma­syarakat, dilakukan dengan dua pendekatan yakni dengan melalui program dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan dari bantuan langsung yang diberikan langsung kepada para penerima bantuan. Program pemberdayaan ekonomi dari SKPD sendiri selama ini sudah bagus, sebab SKPD yang menyelenggarakan atau melaksanakan pro­gram dapat dengan mudah menga­wasi proses pelaksanaan di lapangan. Sehingga tingkat keberhasilan pro­gram dapat diperhatikan.
Pendekatan kedua yakni de­ngan bantuan langsung jelasnya menjadi program yang sulit untuk dipantau atau diawasi sendiri oleh pemerintah. Bantuan langsung yang diterima oleh masyarakat menjadi hal yang sangat sulit untuk dikendalikan, sehingga program ini tingkat keberhasilannya sulit untuk diukur sehingga pemberdayaan yang sudah dilakukan belum berjalan dengan maksimal.
"Jadi kembali lagi ke masalah pembinaan, bahwa masyarakat masih sangat penting, untuk di­lakukan penyadaran, bahwa bantuan itu bukan untuk langsung dihabiskan dalam waktu singkat, na­mun jika misalnya dalam bentuk modal usaha, harus dikembangkan sehingga modal yang diterima, dapat dipertanggungjawabkan di waktu yang akan datang," jelasnya.
Nyatanya tambah Taslim pro­gram bantuan langsung ini lebih sering mengalami kegagalan, karena kurangnya pemahaman manfaat sesungguhnya dari bantuan tersebut. Salah satu wadah yang su­dah didirikan untuk membina pere­konomian masyarakat sendiri adalah dengan adanya koperasi.
Pemda Mimika sendiri berencana untuk menjajaki kerjasama dengan United State Agency for International Development (USAID), agar pembinaan masyarakat di 85 kampung di Kabupaten Mimika dapat lebih cepat terlaksana dan lebih baik, namun hal itu masih belum tahu kapan akan dilakukan.
PT Freeport Indonesia dan LPMAK sendiri sudah melaku­kannya tambah Taslim. “Namun demikian Pemda Mimika masih akan terus melakukan pembinaan perekonomian di Kabupaten Mimika secara berkesinambungan,” pungkasnya. (bom)
AMNE 2007