Untuk membina masyarakat di 85 kampung
Sumber : RadarTimika
Tanggal : 1 Juli 2009
TIMIKA – Hingga saat ini, program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Mimika belum berjalan dengan maksimal. Hal ini disebabkan karena masih kurangnya kesadaran para anggota masyarakat, untuk memanfaatkan bantuan yang diberikan oleh pemerintah.
Demikian disampaikan oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pemerintahan Setda Mimika, Drs. Taslim Tuhuteru di Kantor Bappeda Mimika Senin (29/6) lalu.
Menurut Taslim, program pembinaan dari pemerintah kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat, dilakukan dengan dua pendekatan yakni dengan melalui program dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan dari bantuan langsung yang diberikan langsung kepada para penerima bantuan. Program pemberdayaan ekonomi dari SKPD sendiri selama ini sudah bagus, sebab SKPD yang menyelenggarakan atau melaksanakan program dapat dengan mudah mengawasi proses pelaksanaan di lapangan. Sehingga tingkat keberhasilan program dapat diperhatikan.
Pendekatan kedua yakni dengan bantuan langsung jelasnya menjadi program yang sulit untuk dipantau atau diawasi sendiri oleh pemerintah. Bantuan langsung yang diterima oleh masyarakat menjadi hal yang sangat sulit untuk dikendalikan, sehingga program ini tingkat keberhasilannya sulit untuk diukur sehingga pemberdayaan yang sudah dilakukan belum berjalan dengan maksimal.
"Jadi kembali lagi ke masalah pembinaan, bahwa masyarakat masih sangat penting, untuk dilakukan penyadaran, bahwa bantuan itu bukan untuk langsung dihabiskan dalam waktu singkat, namun jika misalnya dalam bentuk modal usaha, harus dikembangkan sehingga modal yang diterima, dapat dipertanggungjawabkan di waktu yang akan datang," jelasnya.
Nyatanya tambah Taslim program bantuan langsung ini lebih sering mengalami kegagalan, karena kurangnya pemahaman manfaat sesungguhnya dari bantuan tersebut. Salah satu wadah yang sudah didirikan untuk membina perekonomian masyarakat sendiri adalah dengan adanya koperasi.
Pemda Mimika sendiri berencana untuk menjajaki kerjasama dengan United State Agency for International Development (USAID), agar pembinaan masyarakat di 85 kampung di Kabupaten Mimika dapat lebih cepat terlaksana dan lebih baik, namun hal itu masih belum tahu kapan akan dilakukan.
PT Freeport Indonesia dan LPMAK sendiri sudah melakukannya tambah Taslim. “Namun demikian Pemda Mimika masih akan terus melakukan pembinaan perekonomian di Kabupaten Mimika secara berkesinambungan,” pungkasnya. (bom)
Selasa, 30 Juni 2009
Langganan:
Postingan (Atom)

